My Best :D

Here I am !!! A girl with a thousand dreams and try to make it all true.. :D

Ask me anything
9:51 AM
July 16th, 2013

Akhirnya Adalah Tanya

Tiap jejak hari meninggalkan jingga diufuk barat, menghantarkan aku pada renung diri. Aku menunggu untuk menggapai suatu pagi, namun akankah aku sanggup untuk terus berdiri dalam sepi?

Dalam ruang sempit dan lembab aku tumbuh menjadi sebuah raga, jiwaku ditiup-Nya dalam ruh yang menjelma, aku berlindung di dalam pangkuan menanti diriku untuk menangis, haru akan sebuah cahaya yang menyilaukan mata. Tangisku reda diiringi tawa, mensyukuri lengkapnya sebuah kehidupan, namun untuk apa aku terlahir? 

Beranjak, merangkak, dan berdiri dalam sebuah perjalanan. Berbagai hal arang melintang, menuntunku untuk menghargai sebuah hidup, ikhlas atas segala ujian yang mendera. Menitipkanku pada sebuah kekuatan, menyadarkanku akan sebuah harapan, namun untuk apa aku berharap?

Kotor. Hanya itu yang tergambar. Namun ku hanya diam, bukanku diam tak peduli, bukanku tak mengerti, biarkan anganku terbang menggapai mimpi besarnya yang bahkan ku tak pernah tahu akankah aku mencapainya?

Kuserahkan seluruh jiwa dan ragaku pada-Nya, tanyaku untuk-Nya. Biarkan diriku menanti jawab-Nya, goreskan mimpiku dalam doa. Jika aku memang berdiri, maka aku berdiri karna-Nya. Dan aku kini terlahir karna Dia berkehendak. Dan aku senantiasa berharap, karna pada-Nya segala harap tak pernah musnah. 

8:54 AM
January 3rd, 2013

Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?

Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada Yang Maha Menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik.

Tere Liye

(via kurniawangunadi)

(Source: frafera, via gerypratama)

8:28 AM
January 2nd, 2013

Sebuah Pertemuan

Sahabat, pertemuan ini sesungguhnya hanyalah sebuah jembatan, yang menghubungkan sebuah destinasi berharga bernama kedewasaan. Apapun yang dibangun dalam pertemuan ini sejatinya merupakan sebuah jejak yang takkan pernah pudar terhempas angin atau tergulung ombak, memberikan sebuah makna dalam hidup untuk direnungi dan dijadikan pelajaran di masa mendatang.

Sahabat, mungkin pertemuan ini begitu singkat dan ketika kita dipertemukan kembali suatu hari nanti, entah rasa yang tertanam di dalam hati akan sama atau telah berganti, hanyalah menjadi sebuah jalan untuk kita memilih kelak. Apakah kita dipertemukan dengan jembatan yang sama atau jembatan yang berbeda, aku akan selalu bersyukur telah melewati jembatan pertemuan kita yang mengantarkanku pada jembatan-jembatan lain dalam perjalanan hidup.

Sahabat, ketika pertemuan ini berakhir, biarlah jembatan yang telah terbangun tetap berdiri kokoh menjadi sebuah cerita yang takkan pernah terlupa dan menjadi memori untuk selalu terkenang menjadi sebuah senyuman di masa tua. Rawatlah jejaknya, jadikan sebuah riwayat bahwa kita pernah merasakan sebuah pertemuan. Sebuah pertemuan menuju pertemuan lainnya, sebuah jembatan menuju jembatan lainnya. Jembatan yang dibangun dengan rasa yang sama ataupun berbeda, biarkan waktu yang menjawab, biarkan Allah tunjukkan yang terbaik. Insya Allah.

9:42 AM
August 13th, 2012
What makes you beautiful?your heart and sacrifice
11:15 AM
August 8th, 2012

"Andai aku t’lah dewasa", dan kini aku t’lah dewasa, lalu?

Andai aku t’lah dewasa
Apa yang ‘kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah… Oh…

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Mungkin tidak hanya aku yang sering mendengar lirik ini ketika menginjak masa sekolah dasar. Masa kecil yang begitu nyaman dengan segala lirik harapan di tiap lagu, sekarang bahkan aku bersyukur masih bisa merasakan makna kehidupan dalam tiap untaian kata yang dilantunkan di tiap nadanya. 

Lirik yang menyentuh hati itu terngiang-ngiang bahkan sampai mimpi yang paling dalam. Mengapa tidak?anak kecil tentu sangat dekat dengan orang tuanya, hal itu aku rasakan dulu, bahkan bisa dibilang aku hidup hanya untuk mereka, membahagiakan dan memberikan yang terbaik untuk mereka. that’s it.

" Mamah, nisa mau jadi dokter! ", mamah selalu tersenyum ketika nisa kecil berkata seperti itu. Mamah selalu bangga, walau terkadang aku sadar beliau sangat kecewa ketika aku tidak melakukan apa yang ia inginkan, mungkin hal seperti itu wajar bagi hubungan orang tua dengan anak, tapi kalau sudah terlalu sering apakah itu masih pantas dibilang wajar?

" Mamah, nisa juara cerdas cermat! ", haha kenangan masa kecil ini tak pernah ku lupakan. Nisa kecil sangat ceria, aktif, dan selalu ingin tahu. Nisa kecil selalu dibilang orang mirip mamah, mulai dari wajahnya, sifatnya, dan kecerdasannya. Kini?kemana nisa kecil itu?apa dia sedang bersembunyi?berapa lama ia akan sembunyi?siapa yang tahu?!mungkin hatinya belum lagi menemukan hati kecilnya dahulu, Ya Allah tunjukkanlah ia dimana ia mesti mecari hatinya yang dulu.

" Mamah, nisa juara paduan suara sama temen temen juga!", dulu nisa kecil sangat menyukai seni, baik olah suara ataupun tari, ia begitu lincah seperti ibunya yang memang merupakan penari profesional. Lenggak lenggok, lengannyya menari, menarik perhatian para penonton. Senyum lebar di wajahnya selalu terpancar dibalik  perjuangan hidupnya yang begitu besar. Dan kini, dia sungguh rapuh, bagaikan arang yang telah terbakar, hanya tangis yang dapat ia sembahkan, tangis yang mana?untuk siapa?apakah pantas?bahkan ia tak pernah terpikir sejauh itu.

" nisa, mamah bangga kamu begitu kuat ", mamah selalu bisikan padaku kata kata itu ketika ku terlelap, dan semakin lama aku sadar bahwa aku telah melewati masa masa sulit dengan kegigihan dan kekuatan yang Allah berikan untukku, namun kini?aku begitu lemah, bahkan sentuhan pun terkadang terasa menyakitkan untukku, apa ini putri mamah yang mamah banggakan dulu?apakah aku pantas untuk dibanggakan?

kini, nisa telah beranjak dewasa. Namun apa yang telah nisa berikan untuk mamah?telapak tangan yang mengadah?apakah hanya itu yang dapat aku berikan?apa ini nisa yang dulu dibanggakan?nisa yang begitu diharapkan?cukup!

Mamah, Allah akan tunjukkan cara dan jalan yang terbaik bagiku untuk memberimu kebahagiaan, biarkanlah hanya Allah yang mempersiapkan masa masa indah untukmu, biarkan hanya Allah yang merencanakan semua itu, karna sungguh, masa itu adalah masa terindah untukmu kelak, walaupun aku tak pernah tahu, apa dan bagaimana bahkan kapan masa itu akan datang, tapi aku yakin Dia selalu tahu dan mendengar pintamu.

semoga aku dapat memberimu putra terbaik yang selalu kau inginkan. :)

5:28 AM
August 1st, 2012
Ya Allah, how beautiful! :')

bismillahirrahmannirrahim..

tiba-tiba waktu buka youtube, gak sengaja liat disamping page nya ada link ini, dan paling atas, gak nyangka isinya subhanallah, yaaa, Allah pasti tunjukkan jalan dan cara yang terbaik dan indah untuk umat yang dicintai-Nya. Ya Rabb Your love is the most beautiful :’)

6:53 AM
July 15th, 2012
Never mind I’ll find someone like you. I wish nothing but the best for you too. “Don’t forget me,” I begged, “I’ll remember,” you said, “Sometimes it lasts in love But sometimes it hurts instead.”, Sometimes it lasts in love But sometimes it hurts instead, Yeah.
5:04 AM
May 27th, 2012

Renungan diri

Terkadang aku lupa, bahwa dunia tak pernah terdiam, bahwa tiap detiknya takkan pernah tergantikan. Bahkan terkadang aku lalai dalam memaknai sebuah kerja keras, bagiku kerja keras cukuplah sampai ketika aku merasa lelah, merasa bersandar adalah hal yang dibutuhkan, terkadang aku tak sadar bahwa apa yang dibutuhkan orang-orang disekitarku lebih dari kata kerja keras. Egoisme diri leluasa menguasai emosiku, aku terlalu mudah menyerah dan aku sadari itu. Perjuangan tidaklah ada batasnya, dan aku lupa akannya, atau tepatnya aku tak pernah paham.  

12:30 AM
May 27th, 2012

Kusmayanto Kadiman: “Change : Whats in it for me?”

Change : Whats in it for me?Oleh Kusmayanto Kadiman – 11 Februari 2009 – Dibaca 912 Kali –Change atau perubahan (ubah sebagai kata dasar) adalah satu kata yang paling banyak diperbincangkan dalam satu dasawarsa terakhir ini walaupun kata tersebut bukanlah kata temuan baru. Ubah (change) sudah lama dapat ditemukan di kamus-kamus Bahasa Inggris seperti Webtser, MacQuary dan Oxford. Begitu pula dalam kamus Bahasa Indonesia baik yang jadul seperti Kamus Punca Bahasa Indonesia (KBBI) maupun yang mutakhir Kamus Besar Bahasa Indonesia. Change sudah dipakai mulai dari tataran ide, konsep, strategi, taktik sampai slogan dan senjata pamungkas kampanye politik seperti yang dilakukan Presiden Barrack Hussein Obama.

Dalam KBBI banyak kita temui ungkapan yang berbasis ubah, misalnya ubah mulut atau ubah kata yang digunakan mengingatkan dan manyindir mereka yang suka ingkar janji dan ubah ingatan untuk menerangkan orang yang hilang ingatan alias gila.

Setiap upaya melakukan perubahan besar dan mendasar (eg.Transformasi Korporasi, Destruksi Kreatif, Debirokratisasi) maka individu-individu dalam organisasi tersebut akan segera terpilah menjadi beberapa kelompok, yaitu:

a. Sang Juara, The Champion. Ini adalah individu atau kelompok yang dari sejak awal sepaham dengan upaya perubahan yang digulirkan. Mereka ini yang kerap dikenal sebagai agen pembaharu. Tidak segan bergerak cepat karena mampu melihat kedepan dengan jernih. Sering mereka berkata “Risiko terbesar dalam hidup adalah jika kita hanya berpangku tangan dan tidak berbuat apa-apa untuk mensukseskan perubahan”, “Loyalitas buta adalah kebohongan sejati !”, “Kinerja adalah satu-satunyajob security”. Pandangan yang berbinar-binar, selalu bersemangat dan bertolak pinggang adalah ciri mereka. Namun ada juga juara yang memilih kiat tidak banyak berkata (lisan) melainkan melalui tulisan dan karya. Dalam istilah manajemen lazim dikenal sebagaithe quiet achievers. Meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif buat mereka bukan merupakan kesulitan besar karena mereka yakin dengan dengan kebiasaan baru yang akan segera mereka bangun. Tidak banyak jumlah personil yang masuk kategori Sang Juara ini.

b. Sang Medioker, The Mediocre atau The Wait-and-See, Jumlah mereka ini biasanya paling banyak alias mayoritas. Mereka gamang untuk bergerak dinamis dan cepat akibat keterbatasan melihat kedepan dengan jernih dan khawatir tersingkir dan takut terguling. Pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah “Jika saya ikut berubah dan melakukan perubahan, saya dapat apa?”What is in it for me?. Berpangku tangan dan tersenyum dingin atau datar adalah ciri khas penampilan mereka. Jika diberikan jawaban yang membuat mereka merasa yakin, sebagian dari mereka akan, ada yang cepat dan lebih banyak yang lambat berubah menjadi kelompok Sang Juara. Tapi disisi lain mungkin saja mereka tidak bergeming bahkan mereka bisa pula bergeser dan pindah ke kelompok yang anti perubahan. Mereka sering sekali ragu dalam memilih, enggan meninggalkan kebiasaan lama (current comfort zone) akibat ketidakmampuannya melihat kebiasaan baru yang lebih baik — bimbang terus.

c. Penghalang Perubahan, The Inhibitor. Mereka ini biasanya sudah merasa nyaman dan mapan baik dari perspektif usia, pangkat, jabatan, keluarga dan harta. Perubahan sering dipandang akan membuat suasana lebih sulit (kompleks, pusing, semua musti cepat, tegang etc). Kalimat yang sering keluar dari mulutnya atau melalui bahasa tubuh adalah “Saya nyaman dengan kondisi sekarang, mengapa musti susah-susah ikut berubah?”. Mereka seringkali terperangkap dalam situasi tidak mau berbagi, tidak percaya dan enggan memberi. Memberi dipandang akan mengurangi miliknya. Kental sekali dalam perilaku “Bahasa Jawa: Wek-ku wek-ku, wek-mu wek-ku”, “Bahasa Sunda: Nu aing, nu aing, nu maneh nu aing”, “Bahasa Minang: nyo ambo, nyo ambo, nyo sinan, nyo ambo”. Secara fisik sering tampil berpangku tangan dengan raut muka menutup diri, curiga dan memandang dengan raut muka sinis. Tebar gosip dan rumor adalah kesukaan mereka.

d. Anti perubahan, The Predator. Mereka ini betul-betul merasa sudah merasa mapan. Atau, sudah menghitung hari untuk pergi. Anti betul mereka terhadap perubahan. Dalam segala cara yang mereka bisa lakukan, mereka akan menghadang dan menentang setiap upaya merubah kondisi, kebiasaan dll. Surat kaleng, teror dan sabotase adalah senjata pamungkas (arsenal) mereka.

Agar perubahan yang digulirkan sukses maka penting sekali mengenali kelompok-kelompok ini karena perlakuan yang diberikan musti berbeda. Tidak ada perlakuan generik.

Jabat erat,
KK

10:02 PM
May 26th, 2012
I believe in You
You know the door to my very soul
You’re the light in my deepest darkest hour
You’re my savior when I fall
only You, Allah